Breathtaking banget...
Sesak sekali dada ini. Kedua mata berair dan nyaris meneteskan tangis. Padahal Ibu berkerudung di TV ini sama sekali tak kukenal. Kulihat jelas gurat luka dan duka di wajahnya yang ditutupi make up itu.
Kawan, bagaimana perasaanmu jika ada saudara atau teman perempuanmu yang mengalami peristiwa menyakitkan seperti Ibu Susanti?
Dia menikah dengan seorang lelaki yang ternyata tukang modus dan banyak pacarnya. Setelah nikah dan punya tiga anak kelakuannya tak berubah, setiap ketahuan selingkah selalu minta maaf dan berjanji tak mengulangi, janji yang terus diingkari hingga ada titik di mana dia tak punya malu menampakkan perselingkuhannya itu pada anak-anak Ibu Susanti.
Ya Rabb... Hancur sekali hati ini melihatnya. Syukurlah Ibu Susanti bertekad segera moveon dan mengakhiri ikatan dengan suaminya yang tak baik itu. Paling tidak itu yang aku tonton di Mario Teguh Golden Ways edisi 24 Agustus 2014 berjudul Tulus Tapi Modus dari layar televisi.
Kawan... Kita paham sekali rumus tentang jodoh ini bukan? Bahwa wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan sebaliknya. Tapi ada satu rumus yang kita sering lupa. Jika kita memaksa menikahi lelaki atau wanita yang tak baik, Allah akan merestui doa yang memaksa itu, dan tepat di titik itu, untuk sesaat, kita menjelma jadi lelaki atau wanita yang tidak baik. Jadi pantas kan kalo dapat jodoh yang tak baik?
Tapi sungguh... Aku percaya kita yang membaca tulisan ini adalah jiwa-jiwa yang baik. Pengalaman pahit dan menyakitkan yang kita alami, itu adalah tanda sayang Allah sama kita buat kembali padaNya.
Yuk introspeksi bareng-bareng, termasuk penulis yang naif dan kelewat banyak dosa ini, jangan-jangan ada hal keras kepala dan salah yang kita paksakan minta sama Allah. Dan ketika semuanya berjalan menyakitkan, kita tahu harus berharap pada siapa bukan? Berharap dan berdoa hanya pada Allah, bukan berharap pada manusia yang setiap saat bisa mengecewakan kita. Oya, kita bahkan jangan berharap pada Mario Teguh atau orang paling baik buat kita sekalipun yak.
Seorang teman berkata... Hidup tak semudah nasihat Mario Teguh. Itu betul. Kelirunya adalah ketika hidup kita belum bisa dibilang mudah, kita masih menolak nasihat dari seseorang yang sudah membuktikan kata-katanya. Kita boleh saja nggak suka sama orangnya, tapi kalo nasihat baik entah siapapun orangnya selayaknya kita terima. Ya cari aja deh nasihat serupa dari orang yang kita sukai. Eaaaa.
Beda dengan Mario Teguh juga motivator-motivator yang menasihati dengan apa-apa yang telah mereka lakukan serta alim ulama yang mengamalkan ayat-ayat Allah, aku masih jauh dari seujung kuku pun buat dibilang pantas menasehati orang. Lah aku sendiri masih sebegini lemah, dosa di mana-mana dan munafik.
Apa yang mau aku lakukan cuma sharing hal-hal yang menurutku baik dan kita bisa belajar bareng darinya.
Buat cowok... Apa kita harus nyakitin cewek dulu buat ngerti kalo itu perbuatan bejat? Buat cewek... Apa kalian harus dimodusin dulu buat mengerti apa yang dialami Ibu Susanti? Kita selalu bisa memilih belajar dari kegagalan, pengalaman dan kesalahan orang lain agar hal-hal yang menyakitkan itu nggak menimpa kita.
Ibu Susanti... Percayalah ada ribuan atau jutaan orang malah yang menonton MTGW di Minggu malam itu yang mendoakan kebaikan buat Ibu dan anak-anak Ibu. Yakinlah... Ibu adalah wanita baik yang disayangi Allah.
Ibu Susanti... Percayalah lelaki baik jodohmu sebenarnya itu telah disiapkan oleh Allah dan sedang menunggumu. Putuskan yang terbaik buat Ibu dan berbahagialah. Jangan biarkan seorangpun membuat Ibu meneteskan air mata duka.
Doaku untukmu Ibu.
Dari seseorang yang mendoakan dan mengharapkan kebaikan pada saudara dan sahabat perempuannya.
0 komentar:
Posting Komentar