Selasa, 17 Februari 2015

PERISTIWA-PERISTIWA DI ALAM KUBUR

PERISTIWA-PERISTIWA DI ALAM KUBUR

Oleh
Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imrân/3:185]

Allâh Azza wa Jalla memberikan pemberitaan umum kepada seluruh makhluk, bahwa setiap jiwa akan merasakan kematian. Hanya Allâh Yang Maha Hidup, tidak akan mati. Adapun jin, manusia, malaikat, semua akan mati.

Kematian merupakan hakekat yang menakutkan. Dia akan mendatangi seluruh orang yang hidup dan tidak ada yang kuasa menolak maupun menahannya. Maut merupakan ketetapan Allâh Azza wa Jalla Ini adalah hakekat yang sudah diketahui. Maka sepantasnya kita bersiap diri menghadapinya dengan iman sejati dan amal shalih yang murni.

Di dalam tulisan ini insya Allah akan kami sampaikan beberapa peristiwa yang terjadi di alam kubur sehingga menjadikan kita lebih waspada dalam menjalani kehidupan dunia ini agar selamat di alam kubur.

ALAM KUBUR MENAKUTKAN

Hani’ Radhiyallahu anhu , bekas budak Utsmân bin Affân Radhiyallahu anhu , berkata,

"Kebiasaan Utsman Radhiyallahu anhu jika berhenti di sebuah kuburan, beliau menangis sampai membasahi janggutnya. Lalu beliau Radhiyallahu anhu ditanya, ‘Disebutkan tentang surga dan neraka tetapi engkau tidak menangis. Namun engkau menangis dengan sebab ini (melihat kubur), (Mengapa demikian?)’

Beliau, ‘Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(yang artinya) ‘Kubur adalah persinggahan pertama dari (persinggahan-persinggahan) akhirat. Bila seseorang selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih mudah darinya; bila seseorang tidak selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih berat darinya.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‘Aku tidak melihat suatu pemandangan pun yang lebih menakutkan daripada kubur.’”

[HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah; dihasankan oleh syaikh al-Albâni]

Karena fase setelah kubur lebih mudah bagi yang selamat, maka ketika melihat surga yang disiapkan Allâh Azza wa Jalla dalam kuburnya, seorang Mukmin mengatakan, “Ya Rabb, segerakanlah kiamat agar aku kembali ke keluarga dan hartaku.”
Sebaliknya, orang-orang kafir, ketika melihat adzab pedih yang disiapkan Allâh Azza wa Jalla baginya, ia berseru, “Ya Rabb, jangan kau datangkan kiamat.” Karena yang akan datang setelahnya lebih pedih siksanya dan lebih menakutkan.

GELAPNYA ALAM KUBUR

Hal ini ditunjukkan oleh hadits shahih :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ - أَوْ شَابًّا - فَفَقَدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَ عَنْهَا - أَوْ عَنْهُ - فَقَالُوا مَاتَ. قَالَ « أَفَلاَ كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِى ». قَالَ فَكَأَنَّهُمْ صَغَّرُوا أَمْرَهَا - أَوْ أَمْرَهُ - فَقَالَ « دُلُّونِى عَلَى قَبْرِهِ ». فَدَلُّوهُ فَصَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلاَتِى عَلَيْهِمْ ».

Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa seorang wanita hitam atau seorang pemuda biasa menyapu masjid Nabawi pada masa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendapatinya sehingga beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menanyakannya.

Para sahabat menjawab, ‘Dia telah meninggal’. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?’ Abu Hurairah berkata, ‘Seolah-olah mereka meremehkan urusannya’.

Beliau shallallahu 'allaihi wa sallam bersabda, ‘Tunjukkan kuburnya kepadaku’. Lalu mereka menunjukkannya, beliau pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyinarinya bagi mereka dengan shalatku terhadap mereka.” [HR. Bukhari, Muslim, dll]

HIMPITAN ALAM KUBUR

Setelah mayit diletakkan di dalam kubur, maka kubur akan menghimpit dan menjepit dirinya. Tidak seorang pun yang dapat selamat dari himpitannya. Beberapa hadits menerangkan bahwa kubur menghimpit Sa’ad bin Muadz Radhiyallahu anhu , padahal kematiannya membuat ‘arsy bergerak, pintu-pintu langit terbuka, serta malaikat sebanyak tujuh puluh ribu menyaksikannya.

Dalam Sunan an-Nasâ’i diriwayatkan dari Ibn Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

هَذَا الَّذِى تَحَرَّكَ لَهُ الْعَرْشُ وَفُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَشَهِدَهُ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْمَلاَئِكَةِ لَقَدْ ضُمَّ ضَمَّةً ثُمَّ فُرِّجَ عَنْهُ

Inilah yang membuat ‘arsy bergerak, pintu-pintu langit dibuka, dan disaksikan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh ia dihimpit dan dijepit (oleh kubur), akan tetapi kemudian dibebaskan.”

[Dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah ; Lihat Misykâtul Mashâbîh 1/49; Silsilah ash-Shahîhah, no. 1695]

Dalam Musnad Ahmad diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِياً مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ

Sesungguhnya kubur memiliki himpitan yang bila seseorang selamat darinya, maka (tentu) Saad bin Muâdz telah selamat.
[HR. Ahmad, no. 25015; 25400; Dishahihkan oleh Syaikh al-Albâni di dalam Shahîhul Jâmi’ 2/236]

Himpitan kubur in akan menimpa semua orang, termasuk anak kecil. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَوْ أَفْلَتَ أَحَدٌ مِنْ ضَمَّةِ الْقَبْرِ لَنَجَا هَذَا الصَّبِيُّ

Seandainya ada seseorang selamat dari himpitan kubur, maka bocah ini pasti selamat
[Mu'jam ath-Thabrani dari Abu Ayyub Radhiyallahu anhu dengan sanad shahih dan riwayat ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jâmi, 5/56]

FITNAH (UJIAN) KUBUR

Jika seorang hamba telah diletakkan di dalam kubur, dua malaikat akan mendatanginya dan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Inilah yang dimaksud dengan fitnah (ujian) kubur.

Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat al-Barro bin ‘Azib Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ:فَيَقُولَانِ لَهُ : مَنْ رَبُّكَ ؟ فَيَقُولُ: رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ : مَا دِينُكَ ؟ فَيَقُولُ: دِينِيَ الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ ؟ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولَانِ لَهُ : وَمَا يُدْرِيْكَ ؟ فَيَقُولُ: قَرَأْتُ كِتَابَ اللَّهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ فَيُنَادِي مُنَادٍ فِي السَّمَاءِ: أَنْ قَدْ صَدَقَ عَبْدِيفَأَفْرِشُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ (وَأَلْبِسُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ) وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ , قَالَ: فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ : أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ , فَيَقُولُ لَهُ : مَنْ أَنْتَ , فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ, فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ, فَيَقُولُ: رَبِّ أَقِمِ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي

Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, “Siapakah Rabbmu ?” Dia (si mayyit) menjawab, “Rabbku adalah Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”Dia menjawab: “Agamaku adalah al-Islam”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?” Dia menjawab, “Beliau utusan Allâh”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah ilmumu?” Dia menjawab, “Aku membaca kitab Allâh, aku mengimaninya dan membenarkannya”.

Lalu seorang penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga.
Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)”.

Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istriku dan hartaku”.

●Pertanyaan ini juga dilontarkan kepada orang kafir, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ : مَنْ رَبُّكَ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا دِينُكَ ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ, فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ

Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah Rabbmu?” Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah agamamu?” Dia menjawab, “Hah, hah, aku tidak tahu”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?”Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”.
Lalu penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka." Maka panas neraka dan asapnya datang mendatanginya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan.

Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan, “Terimalah kabar yang menyusahkanmu ! Inilah harimu yang telah dijanjikan (keburukan) kepadamu”. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat”.
[Lihat Shahîhul Jâmi’ no: 1672]

Dari hadits yang telah dikemukakan di atas menunjukkan bahwa pertanyaan dalam kubur berlaku untuk umum, baik orang Mukmin maupun kafir.

ADZAB DAN NIKMAT KUBUR

Banyak sekali hadits yang menjelaskan keberadaan adzab dan nikmat kubur. Hal ini telah disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jamâ’ah.

Imam Ibnu Abil ‘Izzi rahimahullah , penulis kitab al-Aqîdah ath-Thahâwiyah, berkata, “Telah mutawatir hadits-hadits dari Rasûlullâh tentang keberadaan adzab dan nikmat kubur bagi orang yang berhak mendapatkannya; Demikian juga pertanyaan dua malaikat. Oleh karena itu, wajib meyakini dan mengimani kepastian ini.
Dan kita tidak membicarakan bagaimana caranya, karena akal tidak memahami bagaimana caranya, karena keadaan itu tidak dikenal di dunia ini. Syari’at tidaklah datang membawa perkara yang mustahil bagi akal, tetapi terkadang membawa perkara yang membingungkan akal. Karena kembalinya ruh ke jasad (di alam kubur) tidaklah dengan cara yang diketahui di dunia, namun ruh dikembalikan ke jasad dengan cara yang berlainan dengan yang ada di dunia.”

[Kitab Syarah al-Aqîdah ath-Thahâwiyah, hlm.450; al-Minhah al-Ilâhiyah fii Tahdzîb Syarh ath-Thahâwiyah, hlm. 238]

●Kalangan atheis dan orang-orang Islam yang mengikuti pendapat para filosof mengingkari adanya adzab kubur. Mereka beralasan bahwa setelah membongkar kubur, mereka tidak melihat sama sekali apa yang diberitakan oleh nash-nash syariat.

Mereka semua tidak mempercayai apa yang di luar jangkauan ilmu mereka. Mereka mengira bahwa penglihatan mereka dapat melihat segala sesuatu dan pendengaran mereka dapat mendengar segala sesuatu, padahal kita saat ini telah mengetahui beberapa rahasia alam yang oleh penglihatan dan pendengaran kita tidak dapat menangkapnya.

●Adapun orang-orang yang beriman kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan membenarkan berita-Nya.

Di dalam al-Qur’ân terdapat isyarat-isyarat yang menunjukkan adanya adzab kubur. Antara lain adalah Firman Allâh Azza wa Jalla tentang Fir’aun dan kaumnya :

وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ ﴿٤٥﴾ النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat), "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras".
[al-Mukmin/40: 45-46]

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini,

“Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk”, yaitu tenggelam di lautan, kemudian pindah ke neraka Jahim. "Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang”, sesungguhnya ruh-ruh mereka dihadapkan ke neraka pada waktu pagi dan petang sampai hari kiamat. Jika hari kiamat telah terjadi ruh dan jasad mereka berkumpul di neraka. Oleh karena inilah Allâh Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat), "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras", yaitu kepedihannya lebih dahsyat dan siksanya lebih besar. Dan ayat ini merupakan fondasi yang besar dalam pengambilan dalil Ahlus Sunnah terhadap adanya siksaan barzakh di dalam kubur, yaitu firmanNya ‘Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang’.

[Tafsir surat al-Mukmin/40: 45-46]

Imam al-Qurthubi t mengatakan, “Mayoritas Ulama menyatakan bahwa penampakan nereka itu terjadi di barzakh, dan itu merupakan dalil penetapan adanya siksa kubur”.
[Fathul Bâri 11/233]

SEBAB-SEBAB SIKSA KUBUR[1]

Sebab-sebab yang menjadikan seseorang mendapatkan siksa kubur ada dua bagian,

○mujmal (global) dan
○mufash-shal (rinci).

Sebabnya secara mujmal (global), yaitu
■kebodohan terhadap Allâh Azza wa Jalla ,
■menyia-nyiakan perintah-Nya, dan menerjang larangan-Nya.

Sedangkan sebabnya secara mufash-shal (rinci),
■adalah perkara-perkara yang dijelaskan oleh nash-nash sebagai sebab siksa kubur.

Di sini akan kami sebutkan di antara sebab mufash-shal sehingga kita bisa menjauhinya:

●1. Namimah, yaitu menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain untuk merusak hubungan mereka.

●2. Tidak menutupi diri ketika buang hajat.
●3. Ghulul, yaitu mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi oleh imam.
●4. Dusta.

●5. Memahami al-Qur’ân namun tidak mengamalkannya.

●6. Zina

●7. Riba

●8. Mayit yang ditangisi keluarganya, jika mayit tersebut tidak melarang sebelumnya.

HAL-HAL YANG MENYELAMATKAN DARI SIKSA KUBUR

Perkara yang akan menyelamatkan seseorang dari adzab kubur adalah orang yang mempersiapkan diri sebelum menghadapi kematian yang datang tiba-tiba.

Di antara persiapan menghadapi maut adalah
■segera bertaubat,
■menunaikan kewajiban syariat,
■memperbanyak amal shalih,
■memperbaiki akidah,
■berjihad,
■berbuat baik pada orang tua,
■menyambung silaturahim, dan amal-amal shalih lainnya.

Dengan amalan tersebut Allâh Azza wa Jalla memberinya jalan keluar dari tiap kesulitan dan kesusahan.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dengan mengutip hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Abu Hâtim dalam shahih-nya,

■“Sesungguhnya orang mati dapat mendengar suara langkah kaki orang-orang yang pergi meninggalkannya.
■Jika ia seorang Mukmin, maka shalat berada di dekat kepalanya, puasa berada di sebelah kanannya, zakat disebelah kirinya, perbuatan baik seperti berkata benar, silaturahim, dan perbuatan baik kepada manusia berada di dekat kaki.
■Ia lalu didatangi (oleh malaikat) dari arah kepalanya, maka shalat berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’
■Kemudian ia didatangi dari sebelah kanan, maka puasa berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’
■Kemudian ia didatangi dari sebelah kiri, maka zakat berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’
■Kemudian ia didatangi dari arah kedua kakinya, maka perbuatan baik, seperti berkata benar, silaturahim, dan berbuat baik kepada manusia, berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’
■Lalu dikatakan kepadanya, ‘Duduklah.’ Ia pun duduk. Kepadanya ditampakkan bentuk serupa matahari yang hampir terbenam. Ia ditanya, ‘Siapa lelaki ini yang dulu bersama kalian? Apa pendapatmu tentangnya?’ Ia menjawab, ‘Tinggalkan aku, aku ingin shalat.’ Mereka menyahut, ‘Sungguh kamu akan melakukannya, tetapi jawablah pertanyaan kami.’ Ia berkata, ‘Apa pertanyaan kalian?’
Mereka menanyakan, ‘Apa pendapatmu tentang lelaki ini yang dulu bersama kalian? Apa persaksianmu terhadapnya?’ Ia menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa ia adalah utusan Allâh, dan dia membawa kebenaran dari Allâh.’ Lalu dikatakan kepadanya, ‘Dengan dasar keimanan itulah kau telah hidup, dan dengan dasar itu kau telah mati, dan dengan dasar itu pula kau akan dibangkitkan, insya Allâh.’ Kemudian dibukakan baginya pintu surga, lalu dikatakan kepadanya, ‘Ini tempat tinggalmu di surga dan segala yang telah Allâh siapkan untukmu.’ Ia bertambah senang dan gembira.
■Kemudian dibukakan pintu neraka, dan dikatakan, ‘Itu adalah tempat tinggalmu dan segala yang telah Allâh siapkan untukmu (jika kau mendurhakai-Nya).’ Ia bertambah senang dan gembira. Kemudian kuburnya diluaskan seluas tujuh puluh hasta dan diterangi cahaya, jasadnya dikembalikan seperti semula, dan ruhnya dijadikan di dalam penciptaan yang baik, yaitu burung yang bertengger di pohon surga.”

MEMOHON PERLINDUNGAN KEPADA ALLAH DARI FITNAH DAN ADZAB KUBUR

Fitnah (ujian) dan adzab kubur adalah masalah besar, sehingga Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan dari hal itu, baik dalam shalat maupun di luar shalat. Beliau pun sangat menekankan kepada umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allâh dari segala fitnah dan azab kubur.

ORANG-ORANG YANG TERPELIHARA DARI UJIAN DAN SIKSA KUBUR

Sebagian kaum Mukmin yang melakukan amal-amal besar atau tertimpa musibah besar akan terjaga dari fitnah atau ujian dan azab kubur, Diantara mereka :

●Pertama : Orang yang mati syahid.

an-Nasâ’i rahimahullah meriwayatkan dalam Sunan-nya bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Ya Rasûlullâh, mengapa kaum Mukmin diuji dalam kubur kecuali yang mati syahid?” Beliau menjawab, “Cukuplah baginya ujian kilatan pedang di atas kepalanya.” [Dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah. Lihat Shahîhul Jâmi’ 4/164]

●Kedua : Seseorang yang gugur ketika bertugas jaga di jalan Allah

Fadhdhalah ibn Ubaid meriwayatkan dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bahwa beliau bersabda,

“Setiap orang yang meninggal amalnya ditutup, kecuali yang meninggal ketika bertugas jaga di jalan Allâh. Amalnya terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur.”

[HR. Tirmidzi dan Abu Dawud; dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah. Lihat Misykâtul Mashâbîh 2/355]

●Ketiga : Seseorang yang meninggal hari Jum’at

Dalam hadits Abdullah ibn Amru, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap Muslim yang meninggal pada hari Jum’at akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur.”
[HR. Ahmad dan Tirmidzi; Dinyatakan kuat oleh syaikh al-Albâni rahimahullah dalam Ahkâmul Janâiz, hlm. 35]

●Keempat : Seseorang yang meninggal karena sakit perut

Abdullah bin Yasar Radhiyallahu anhu berkata, “Aku pernah duduk bersama Sulaiman bin Shard dan Khalid ibn ‘Urafthah. Mereka menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang meninggal karena sakit perut. Keduanya ingin menyaksikan jenazahnya. Salah satunya mengatakan kepada yang lain, ‘Bukankah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang yang meninggal karena sakit perut tidak akan diadzab di dalam kubur.’ Yang satunya menjawab, ‘Engkau benar.’

[HR. an-Nasa’i dan Tirmidzi; dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah]

(Sumber: al-Qiyâmah Shugra, hlm. 41-72, karya Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, dengan beberapa tambahan dari rujukan yang lain)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun XV/1433H/2012M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_____
Footnote
Lihat al-Qiyâmah Shughra, hlm. 57

http://almanhaj.or.id/content/3830/slash/0/peristiwa-peristiwa-di-alam-kubur/

Senin, 16 Februari 2015

motivasi resolusi

Don’t make excuses, make results!
( Jangan buat alasan, buat lah hasil! )

If you don’t build your dreams, someone else will hire you to build their dreams.
( Jika kamu tidak membangun mimpimu, orang lain akan memperkerjakanmu untuk membangun mimpi mereka )

You can’t be good enough for everybody, but you always be the best for the one who deserves you.
( Kamu tidak dapat menjadi yang terbaik buat setiap orang, tetapi kamu selalu dapat menjadi yang terbaik untuk orang yang menghargai dirimu )

If you change the way you look at things, the things you look at will change!
( Jika kamu mengubah sudut pandang mengenai sesuatu hal, sesuatu yang kamu lihat akan berubah )

If you want happiness for an hour, take a nap. If you want happiness for a day, go fishing. If you want happiness for a year, inherit a fortune. But if you want happiness for a lifetime, help someone else.
( Jika kamu ingin kebahagiaan dalam 1 jam, pergilah tidur. Jika kamu ingin kebahagiaan dalam 1 hari, pergilah memancing. Jika kamu ingin kebahagiaan dalam 1 tahun, mintalah warisan. Jika kamu ingin kebahagiaan seumur hidupmu, bantulah orang lain. )

There is always something to be thankful for..
( Selalu ada hal yang dapat disyukuri )

Jumat, 13 Februari 2015

JIKA ANDA TERTARIK WANITA LAIN, BACALAH NASEHAT ULAMA INI

JIKA ANDA TERTARIK WANITA LAIN, BACALAH NASEHAT ULAMA INI

Salah satu godaan pria yang telah menikah adalah ketika ada wanita yang tampak lebih cantik, lebih menarik, dan tampak lebih-lebih lainnya daripada istrinya.

Rumput tetangga kelihatan lebih hijau. Demikian kata pepatah yang agaknya menggambarkan godaan ini. Meskipun sejatinya wanita tersebut tak lebih baik dari istrinya sendiri, tidak sedikit pria yang kemudian salah langkah.

Bagaimana pria muslim menghadapi godaan tersebut? Berikut ini nasehat Ibnu Jauzi dalam kitab monumentalnya, Shaidul Khatir

“Terkadang seorang pria melihat seorang wanita yang ia merasa wanita itu lebih cantik dari istrinya. Dalam benaknya, yang muncul hanya hal-hal yang indah dan menarik dari wanita itu. Pikirannya hanya berisi sisi-sisi baik wanita itu. Lalu ia pun berusaha menikahinya.

Jika keinginannya itu tercapai, wanita itu telah menjadi istrinya, ia pun mulai melihat kekurangan yang selama ini tidak tampak dan tak pernah terpikirkan. Ia pun kemudian merasa bosan. Ada penyesalan. Ternyata istri kedua ini agamanya kurang bagus, atau cintanya jauh dari sempurna, atau kurang bisa mengurus rumah tangga. Sehingga apa yang tadinya dibayangkan tenggelam oleh kekurangan yang kini tampak nyata.

Karena itu, seyogyanya pria berakal itu konsentrasi pada istrinya saja. Ia meminta dan memfasilitasi istri untuk mempercantik diri. Setelah itu pejamkan mata dari mencari-cari kekurangannya. Insya Allah hatinya tenteram.”

Masya Allah… demikianlah nasehat Ibnu Jauzi. Sebuah nasehat yang jika diamalkan, insya Allah para suami merasa puas dan bersyukur dengan istrinya dan tidak tergoda wanita lainnya.

Seperti rumus cinta Anis Matta, pertama kali seorang suami memberikan perhatian kepada istrinya. Ia menerima apa adanya. Ia mensyukurinya. Dalam hal kecantikan, seperti apa kondisi istri disyukuri. Tetapi tidak berhenti di situ. Dilanjutkan dengan penumbuhan. Agar makin cantik dan membuat mata suami tak tergoda wanita lain, istri difasilitasi; kosmetik, perawatan kecantikan, perawata kebugaran, busana, dan sejenisnya.

Kalaupun sekali waktu tanpa sengaja ia bertemu dengan wanita yang menarik hatinya dan memancing syahwatnya, ia segera pulang untuk menemui istrinya sebagaimana sabda Nabi:

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا

“Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu.” (HR. Tirmidzi)

Wallahu a’lam bish shawab. 

10 CARA RASULULLAH MENJEMPUT RAHMAT ALLAH

10 CARA RASULULLAH MENJEMPUT RAHMAT ALLAH

Suatu hari Baginda Nabi Muhammad SAW didatangi Jibril, kemudian berkata, “Wahai Muhammad, ada seorang hamba Allah yang beribadah selama 500 tahun di atas sebuah bukit yang berada di tengah-tengah lautan. Di situ Allah SWT mengeluarkan sumber air tawar yang sangat segar sebesar satu jari, di situ juga Allah SWT menumbuhkan satu pohon delima, setiap malam delima itu berbuah satu delima.Setiap harinya, hamba Allah tersebut mandi dan berwudhu pada mata air tersebut. Lalu ia memetik buah delima untuk dimakannya, kemudian berdiri untuk mengerjakan shalat dan dalam shalatnya ia berkata: “Ya Allah, matikanlah aku dalam keadaan bersujud dan supaya badanku tidak tersentuh oleh bumi dan lainnya, sampai aku dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bersujud”.Maka Allah SWT menerima doa hambanya tersebut. Aku (Jibril) mendapatkan petunjuk dari Allah SWT bahwa hamba Allah itu akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bersujud. Maka Allah SWT menyuruh: “Masukkan hamba-Ku ini ke dalam surga karena rahmat-Ku”. Akan tetapi, hamba tersebut berkata: “Ya Allah, masukkan aku ke dalam surga karena amal ibadahku”.Maka Allah SWT menyuruh lagi: “Masukkan hamba-Ku ini ke dalam surga karena rahmat-Ku”. Akan tetapi, hamba tersebut berkata lagi: “Ya Allah, masukkan aku ke dalam surga karena amal ibadahku”. Untuk yang ketiga kalinya Allah SWT menyuruh lagi: “Masukkan hamba-Ku ini ke dalam surga karena rahmat-Ku”. Akan tetapi, hamba tersebut pun berkata lagi: “Ya Allah, masukkan aku ke dalam surga karena amal ibadahku”.Maka Allah SWT menyuruh malaikat agar menghitung seluruh amal ibadahnya selama 500 tahun dengan nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya. Setelah dihitung-hitung ternyata kenikmatan Allah SWT tidak sebanding dengan amal ibadah hamba tersebut selama 500 tahun. Maka Allah SWT berfirman: “Masukkan ia ke dalam neraka”. Maka ketika malaikat akan menariknya untuk dijebloskan ke dalam neraka, hamba tersebut berkata lagi: “Ya Allah, masukkan aku ke dalam surga karena rahmat-Mu. (HR Sulaiman Bin Harom, dari Muhammad Bin Al-Mankadir, dari Jabir RA).

Dari kisah di atas, jelaslah bahwa seseorang bisa masuk surga karena rahmat Allah SWT, bukan karena banyaknya amal ibadah. Lantas muncul pertanyaan, bagaimana dengan amal ibadah yang kita lakukan setiap hari, seperti shalat, zakat, sedekah, puasa, dan amalan-amalan lainnya tidak ada arti? Jangan salah persepsi. Sungguh, tidak ada amal ibadah yang sia-sia, amal ibadah adalah sebuah proses atau alat untuk menjemput rahmat Allah SWT. Karena rahmat Allah tidak diobral begitu saja kepada manusia. Akan tetapi, harus diundang dan dijemput.
Rasulullah SAW mengajarkan kepala umatnya beberapa cara agar rahmat Allah itu bisa diraih.

Pertama, berbuat ihsan dalam beribadah kepada Allah SWT dengan menyempurnakan ibadah kepada-Nya dan merasa diperhatikan (diawasi) oleh Allah.
Firman Allah SWT:
Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, sesudah (ALLAH) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan di terima) dan harapan (akan di kabulkan)".  (QS al-A'raf [7]: 56).

Kedua, bertakwa kepada-Nya dan menaati-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya
Firman Allah SWT:
... siksa-Ku akan ku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu, maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa, yang menunaikan zakat dan kepada orang-orang yang beriman kepada ayat kami (QS al-A'raf [7]: 156).

Ketiga, kasih sayang kepada makhluk-Nya, baik manusia, binatang. maupun tumbuhan.

Keempat, beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah.
Firman Allah SWT:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman,orang-orang yang berhijrah dan berjihat di jalan Allah mereka itu mengharapkan rahmat Allah (QS al-Baqarah [2]: 218).

Kelima, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menaati Rasulullah SAW.
Firman Allah SWT:
Dan dirikanlah shalat tunaikanlah zakat dan taatlah pada rasul supaya kamu di beri rahmat (QS an-Nur [24]: 56).

Keenam, berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkannya dengan bertawasul dengan nama-nama-Nya yang Mahapengasih (ar-Rahman) lagi Mahapenyayang (ar-Rahim).
Firman Allah SWT:
Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS al-Kahfi [18]: 10).

Ketujuh, membaca, menghafal, dan mengamalkan Alquran
Firman Allah SWT:
Dan Al Quran itu adalah kitab yang kami turunkan yang di berkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu di beri rahmat  (QS al-An'am [6]: 155).

Kedelapan, menaati Allah SWT dan Rasul-Nya
Firman Allah SWT:
Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu di beri rahmat (QS Ali Imran [3]: 132).

Kesembilan, mendengar dan memperhatikan dengan tenang ketika dibacakan Alquran
Firman Allah SWT:
Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS al-A'raf [7]: 204).

Kesepuluh, memperbanyak istigfar, memohon ampunan dari Allah SWT. Firman Allah SWT:
Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat (QS an-Naml [27]: 46). 

Jumat, 16 Januari 2015

SEBUAH PROSA UNTUKMU CINTA

SEBUAH PROSA UNTUKMU CINTA
*Di Tapal Batas Rindu Angin Senja

Riak Gelombang Bunga Seroja
Melati Di Tapal Batas
Jaya Giri

Masih Dalam Rindu Cinta

Duh, Cinta.....

Mentari menyepi di batas cakrawala jingga
Kabut lembayung sutra melukis sabda jiwa
Aksara langit berderai bersenandung rindu
Sore kian berganti malampun tiba merebah
Peraduan sunyiku menyelemuti hati nurani

Aduhai Cinta....
Semesta Alam Berkata

Hidup adalah serangkaian perubahan alami
Ia spontan, kadang tak terkendali....
Seperti seorang pengendara mobil, motor
Sekalipun sudah berhati hati tetap saja....
Menabrak atau di tabrak | CINTA |

Aduhai | CINTA | jangan melawan mereka...
Yang menciptakan kesedihan atau bahagia
Biarkan realitas menjadi kenyataan....
Seperti rembulan yang selalu merindukan
Sapa matahari yang terang menyinari.....
Tuk hangat tubuhnya obat nestapa hatinya

Seperti bumi yang bersenandung | RINDU |
Pada tangisan sang awan hingga hujan.....
Datang jatuh pasrah berderai air mata rindu
Membasuh kelopak cawan kehidupan cinta
Pada seroja melati di tapal batas rindu hati

Aduhai Cinta....
Melati Di Jaya Giri

Biarkan.....
Semua mengalir secara alami ke depan
Dengan cara apapun yang mereka suka
Andai bumi hancur berderai jadi debu....
Karena kejahatan mereka atau bencana.....
Kebajikan kan datang merapihkan keadilan
Membawa Kasih Tuhan untuknya | DAMAI |

Oh Cinta Pada Bayu Senja
Ku Katakan....

Deru langit membahana gerak semesta alam
Beriak gelombang samudera sukma di jiwa
Kala pertama aku melihatmu aku tak bisa
Menjaga mataku untuk tidak memandang
Sampai Allah menundukkan pandanganku
Hatiku terjatuh......

Dan ketika kamu seakan tersenyum padaku
Aku tidak bisa menjaga hatiku untuk keluar
Dari pesonamu dan kelopak indah matamu
Dan ketika matamu memandang saya....
Saya tidak bisa menahan diri untuk tidak
Jatuh Cinta Padamu | CINTA |

Aduhai | CINTA | kamu tahu......
Ketika kamu tersenyum padaku
Serasa seluruh dunia milik saya
Ku tahu ku rasa kau pun begitu
Karena itu.... aku..... | CINTA |

Love is a precious thing
It is a feeling that
Makes your heart sing
Whether you are far or near
It is like whispering in my ear
When you find true love
It is something you
Keep within your heart

dan; Cinta Sejati adalah sebuah Pelabuhan pemberhentian Jika pun kita beranjak pergi
Maka dialah tempat kembali Sejauh apapun
Sehebat apapun kita menghindar.....
" Cinta Sejati "
Selalu membuka diri untuk | BERLABUH |

I need you because I love you
I love you because I need you

There's always that One Special person that
no matter what they do to you, you just cant
Let them Go

When I close my eyes, I see you ;
When I open my eyes, I miss you

@ Allahu musta'an
SYAHDU CINTA MENDENDANG RINDU

UNTUKMU KEKASIHKU JIWAKU

Cinta Yang Agung

Kemarilah kasihku....
Kemarilah.....
Kekasihku jiwaku....
Dan jangan tinggalkan aku.....

Sungguh kehidupan ini lebih lemah
Dari pada kematian.....
Dan kematian lebih lemah
Dari pada cinta tanpamu....

Oh, engkaulah orang yang telah
Membebaskanku dari siksa....
Gelapnya dunia ini.....
Dan bekunya cintaku....

Ijinkan aku hiaskan tanganmu....
Tangan yang telah membebaskan
Rantai deritaku.....

Dan ijinkan ku biaskan katamu....
Kata yang telah mencoba membohongi
Hatimu yang sebenarnya cinta kepadaku

Oh, tutuplah mataku yang redup ini
Dengan jari jemarimu yang lembut
Biar ku ikut langkah kakimu....
Kemanapun kau pergi, aku turut....

Oh, bantulah langkah kaki ku ini sayang
Yang mulai melemah.....
Dengan hembusan napasmu di telingaku
Agar aroma wangi jiwamu menguatkanku

Oh, terbentang langit malam membentang
Menebar cahaya sang bintang & rembulan
Seperti cinta yang telah menebar.....
Terpanah dalam hati....

Malam seakan ada getaran.....
Getar rindu cinta yang bersemayam
Petikkan gitar mainkan nada....
Bawakan syair senandung cinta
Cinta yang merasuk sukma....
Ke dalam jiwa.....

Cinta janganlah pergi.....
Karena engkau telah berjanji
Belahan Jiwa Pelindung Hati

Karena cinta janganlah pergi.....
Walau terkadang cinta sulit di mengerti
Tapi pahamilah apa sebenarnya artinya

CINTA

C .....Cobalah untuk mengerti
I .......Itu sangatlah berarti
N .....Nerima selalu apa adanya
T ......Tanpa pamrih
A .....Asalkan tahu cinta itu juga amanah

Look at me and you will see
What it looks like to be in love with you

when you realize you want to spend the rest of your life with somebody. you want the rest of your life to star as soon as possible



CINTA

             CINTA
Bismillahirrahmanirrahim..

Kepada yang masih SINGLE…

Cinta ibarat kupu kupu. Makin kau kejar, makin ia menghindar. Tapi, bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu di saat kau tak menduga. Cinta mampu membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti, tapi cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerima.

Kepada yang ragu-ragu dengan PERNIKAHAN...

Cinta bukannya mencari seseorang yang “SEMPURNA”, tetapi menemukan seseorang yang mampu menjadikan dirimu sempurna.

Kepada PLAYBOY / PLAYGIRL…

Jangan katakan “AKU CINTA PADAMU!” bila kau tidak benar bener peduli. Jangan bicarakan soal perasaan bila itu tidak benar bener ada. Jangan kau sentuh hidup seseorang bila kau hanya berniat main main dengannya. Jangan menatap ke dalam mata seseorang bila apa yang kau lakukan hanya pembohongan. Hal paling kejam yang dilakukan ialah membuat seseorang jatuh cinta, sedangkan kau tidak berniat langsung UNTUK MENERIMANYA” saat ia terjatuh.

Kepada yang PATAH HATI…

Sakit… patah hati… bertahan selama kau menginginkannya dan akan menghiris luka sedalam kau membiarkannya. Persoalannya, bukan bagaimana kita mengatasi rasa sakit itu, tetapi adalah apa yang boleh diambil sebagai pengajaran dan hikmahnya.

Kepada yang BELUM PERNAH JATUH CINTA…

Bagaimana kalau jatuh cinta? Mau jatuh, jatuhlah! Tetapi, jangan sampai terjerumus. Biar selamba tapi stabil. Berkongsilah tetapi jangan tak adil. Cobalah untuk memahami tetapi bukan bermakna tidak boleh meminta apa apa. Bersedialah untuk terluka dan menderita, tetapi jangan simpan semua rasa sakit jika itu yang benar benar dialami.

Kepada yang ingin MENGUASAI…

Hatimu patah melihat orang yang kau cintai berbahagia dengan orang lain, tetapi akan lebih sakit lagi apabila mengetahui bahawa oanrg yang kau cintai ternyata tidak bahagia dengan mu.

Kepada yang takut MENGAKUI…

Cinta menyakitkan bila anda putuskan hubungan dengan seseorang. Tetapi, lebih sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan dengan mu. Tetapi, cinta paling menyakitkan apabila orang yang kau cintai, langsung tidak mengetahui perasaanmu terhadapnya.

Kepada yang masih bertahan MENCINTAI SESEORANG YANG TELAH PERGI…

Hal menyedihkan daalm hidup ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh cinta. Kemudian akhirnya menyedari bahawa dia bukanlah jodohmu dan kau telah mensia- siakan masa bertahun-tahun untuk seseorang yang tidak layak. Kalau sekarang dia sudah tidak layak, 10 tahun dari sekarang pun dia tetap tak akan layak. Biarkan dia pergi dan lupakan.

Cinta memang indah tapi banyak ranjau onak berduri didalamnya…. “Ikhlaslah bila menerima cinta seseorang yang benar-benar mencintai kita, dan janganlah pula berlebihan mencintai seseorang yang kita belum pasti cintanya untuk kita, dan jangan melebihi cinta yang lain daripada cinta kita pada TUHAN dan diri kita sendiri.

Wallahua’lam bish Shawwab.

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khair


Minggu, 21 Desember 2014

mengingat kematian

Copas dari tetangga sebelah

#Renungan#

Seandainya PLN mengumumkan kemarin bahwa malam Ini dan
Selama sepekan listrik akan dipadamkan,
dikarenakan ada kerusakan..

Sungguh itu sudah cukup membuat kita panik...
waktu kita terbatas
mempersiapkan segala sesuatunya,mulai dari
lilin,
✨senter,
Cas Hp,
Laptop dsb...

Namun pernahkah kita berpikir?
Akan gelapnya Kubur?
bagaimana kelak nasib kita?
Bagaimana Seandainya Malaikat
Maut datang Mencabut Ruh-Ruh
kita
tanpa adanya pengumuman
sebelumnya dan
tanpa adanya persiapan yg matang?

Maka Mu'min yg cerdas adalah yg paling banyak mengingat kematian,

Rasulullah ketika ditanya Mukmin manakah yg paling cerdas?

ﺃﻛﺜﺮﻫﻢ ﻟﻠﻤﻮﺕ ﺫﻛﺮﺍ ﻭ ﺃﺣﺴﻨﻬﻢ ﻟﻤﺎ ﺑﻌﺪﻩ
ﺇﺳﺘﻌﺪﺍﺩﺍ ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺍﻷﻛﻴﺎﺱ

“Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik
dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya,
itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

semoga bermanfaat bagi kita semua....

Pilihlah agamanya..

“Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, nasabnya, kecantikannya & karena agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR.Bukhari)

Kenapa agama di jadikan akhir namun paling utama?
1. Karena harta akan habis lagi membutakan, ingat! Hanya titipan.
2. Karena nasab hanya membuatmu angkuh dan merasa besar dan bangga.
3. Karena kecantikan hanya sementara, dia akan menjadi gemuk, tua dan tak lagi menawan.
4. Namun yang beragama, keislamannya akan bertahan sampai mati (akhir)

Jika kau memilih agamanya, maka hartamu bukan segalanya, nasabmu akan terhormat dan kecantikan istrimu akan terjaga dari orang lain, makanya ia utama.

SUBHANALLAH..
Semoga ALLAH senantiasa membukakan pintu jodoh bagi siapa saja yang menginginkan jodoh.

Pilihlah agamanya..
Mudah-mudahan sebab agamanya baik, engkau mendapatkan jodoh yang baik pula dan senantiasa dinaungi oleh Rahmat ALLAH Yang Maha Kuasa atas segala nikmat-Nya.

Aamiin...


Kamis, 18 Desember 2014

SEDEKAH JODOH

SEDEKAH JODOH

Inilah kisah nyata tentang sedekah jodoh yang diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur . Seorang laki-laki datang saat saya buka konselingan di daerah Cilacap. Sekian tahun silam. “Saya belom punya jodoh.”

Saya lalu bilang, dengan izin Allah ni cerita, “Beli aja Pak … jodohnya dibeli aja … dengan sedekah …”

Setelah sedikit berbincang, bapak usia 40 tahun ini ngeluarin sedekahnya. Untuk membeli jodoh. 50.000-an, 4 lembar. Tanpa bermaksud ngeledek, dengan bahasa orang yang sangat dekat dengan lawan bicara, saya nanya, “Mau yang cakep ga? Cakep segala-gala?”

Bapak ini tertawa. Dia paham maksudnya. “Yang cakep,” katanya sambil terkekeh-kekeh sendiri.

“Kalau pengen yang cakep, tambahin dah, kalo ada,” kata saya.

Apa yang kemudian dilakukan Bapak itu?

“Kalau pengen yang cakep, tambahin dah, kalo ada,” kata saya. Maksudnya, banyakin sedekahnya, dengan bahasa seorang kawan. Bapak ini bilang ada, lalu pamit. Janjian lagi di stasiun Purwokerto. Sebab saya balik dari Purwokerto saat itu.

Sore hari, di salah satu rumah singgah, saya ngobrol ringan dengan kawan-kawan sana. Dan di antara kami, ada seorang perempuan. Perempuan ini, dengan ibunya, mengadu dan minta di doakan, agar bisa berjodoh. Saat itu, saya bilang yang sama, sedekah aja.

Sekitar jam 17, bapak yang mau jodoh, yang sedekah 200.000 di pagi hari, dateng. Ketemu saya di rumah singgah. “Maaf Stad. Saya terlambat. Alhamdulillaah ustadz masih ada.”

Bapak ini ngeluarin uangnya, “untuk tambahan tadi pagi …”

Nah, apa yang kemudian terjadi?

Saya merespon cepat. “Pak, lihat ke kiri bapak. Ini ada perempuan yang mau nyari jodoh. Gimana kalau dengan beliau aja?”

Bapak ini nambahin 800.000. Jadi total saat itu, sedekah 1 juta.

“Minta doanya ya stadz …” Bapak ini tersenyum malu-malu. Perempuan tersebut juga, apalagi. Tapi ini semua sudah diatur Allah, Allah yang mempertemukan.

Sedekah dari keduanya yang membawa mereka berjodoh. Subhaanallaah dah … Mari sedekah jodoh!

Maha benar Allah dengan segala firmannya.. Allah akan melipatgandakan rezeki seseorang tatkala bersedakah. Jodoh adlah salah satu rezeki.

Rasulullah SAW pernah bersabda “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (HR. Al-Baihaqi)

Dalam salah satu hadits Qudsi, Allah Tabaraka wataala berfirman: “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (H.R. Muslim)

Rabu, 17 Desember 2014

Atas Nama Cinta Mereka Berzina ,zina di bilang cinta

Atas Nama Cinta Mereka Berzina ,zina
   di bilang cinta


Cinta …
Semua orang bicara cinta
Tapi timbangannya beda-beda
Cinta di atas agama, atau cinta berujung petaka?
Petaka muncul bila cinta diukur sebatas nafsu
Atas nama cinta mereka berzina
Zina dibilang cinta

Karena sekarang banyak yang tertipu oleh setan; zina dibilang cinta. Bahkan zina dianggap biasa; sekadar kemaluan bertemu kemaluan.

Subhanallah! La hawla wala quwwata illa billah!!
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ
“Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.
” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, kalau belum halal dalam ikatan nikah, jangan pandang-pandangan dulu. Jangan pegang-pegang dulu. Jangan belai-belai dulu. Dekat-dekat bisa berujung syahwat. Bahaya!
Allah telah mengingatkan hamba-Nya dengan keras tentang hal ini

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
“Dan jangan dekati zina! Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra':32)
Berhubungan badan bagaikan keledai
Betapa hinanya orang yang berzina. Mari kita simak bagaimana julukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mereka.

Shahabat Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ’anhu menyampaikan bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر و الحرير
”Akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina dan sutera.”
Pada akhir zaman, setelah tidak ada lagi kaum mukminin, yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia. Mereka saling melakukan hubungan badan bagaikan keledai, sebagaimana dijelaskan dalam hadits An-Nawwas radhiyallahu ’anhu,

ويبقى شرار الناس يَتَهَارَجُون فيها تهارُج الْحُمُر ، فعليهم تقوم الساعة
”Dan yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia, mereka kawin di zaman itu bagaikan keledai, maka pada merekalah kiamat itu terjadi.’ ” (HR. Muslim)

Tantangan
Jika ada yang menantang Anda seperti ini: coba berbuatlah semau Anda, tidak perlu taat norma, tak usah patuh kepada agama. Nah, jatah setiap orang ‘kan cuma satu nyawa. Tidak lebih dari itu.

Silakan Anda pilih sekarang:

Hidup taat aturan Allah, matinya insyaallah selamat.

Hidup bebas semaunya, matinya nanti “gambling”; tak jelas selamat atau sekarat.

Pasti Anda ingin selamat, ‘kan?

Hidup ini mesti berpegang pada prinsip
Sekali sudah berikrar dengan keislaman, kita mesti berjuang untuk istiqamah. Jauhkan diri dari teman yang merusak, pilih teman-teman yang mengajak berbuat baik. Perbanyak doa memohon pertolongan Allah; di Tangan-Nya hati kita berbolak-balik. Dengan taufik-Nya kita bisa hidup penuh ketenteraman dan kebahagiaan sejati.

قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
“Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah kemudian istiqamahlah.’”
(HR. Muslim)

Jika diri bergelimang dosa, tak perlu putus asa. Bertaubatlah sebelum terlambat. Pintu taubat masih terbuka selama nyawa belum sampai kerongkongan. Pintu taubat masih terbuka selama matahari masih terbit dari arah timur.

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَة
ً
”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap kepada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan.

Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.“
(Hadits qudsi riwayat Tirmidzi, no. 3540; Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih.) —

Minggu, 14 Desember 2014

Bedanya Cowok Yang Sekedar Pacar Dan Pria Yang Siap Menikahimu

Bedanya Cowok Yang Sekedar Pacar Dan Pria Yang Siap Menikahimu

buat yang sudah menikah, bener ngak seperti dibawah ini ya?

Cinta itu katanya buta. Ketika jatuh cinta mungkin kamu melihat pacarmu sebagai sosok yang paling sempurna. Tapi, apa kamu yakin dia bisa jadi calon suamimu nanti?

Pasalnya, memilih pasangan yang akan dibawa ke jenjang pernikahan bukanlah hal mudah. Menikah berarti kamu nggak bisa lagi impulsif minta putus ketika merasa ada yang nggak cocok. Menikah itu komitmen serius yang diyakini seumur hidup. Jadi, kamu tentu butuh seorang pria dewasa dan bukan sekedar cowok yang masih sering labil ‘kan…

1. Nge-Date Adalah…

Pacarmu bisa jadi memaknai momen nge-date itu nggak lebih dari main bareng, nongkrong, atau sekedar jalan-jalan. Intinya, dia cuma pengen bersenang-senang sama kamu. Dia nggak mau ambil pusing mikirin soal komitmen yang menurutnya terdengar begitu rumit.

Padahal, seorang pria yang siap menikahimu justru berpikir bahwa kencan itu harus jelas tujuannya. Dia tau bahwa dirinya memang ingin menghabiskan waktu bersamamu. Dari proses nge-date itu, dia ingin menegaskan perihal hubungan kalian. Bahwa kalian memang sedang menjalani satu ikatan serius yang mengarah ke masa depan.

2. Ngobrol Itu…

Teman-teman seangkatan, cerita tentang masa lalu, atau orang yang nggak sengaja kamu temui di jalan mungkin jadi topik obrolanmu sama pacar. Tapi, ketika ngobrol pria yang siap jadi calon suamimu, kalian punya lebih banyak topik menarik.

Dia cenderung suka menceritakan tentang buku, film, atau musik favoritnya. Dia pun nggak sungkan buat cerita tentang hobinya yang mungkin unik atau aneh. Ketika itu, berarti dia sudah merasa nyaman sama kamu. Yang paling penting, dia akan mendiskusikan nilai-nilai hidup yang dia percaya dan tertarik mencari tahu apa kamu sepakat dengannya. Topik-topik obrolan semacam ini akan membuat hubungan kalian semakin intim dan berkualitas.

3. Jadi Pendengar Yang Baik

Seorang pacar akan lebih suka membicarakan hal-hal yang membuatmu senang. Tapi, dia mungkin nggak pernah benar-benar memperhatikan ketika kamu bicara. Bahkan, dia dengan santai dan tanpa berdosa mengganti topik pembicaraan ketika kamu lagi serius-seriusnya.

Sementara, seorang pria yang siap kamu nikahi akan bersikap layaknya pendengar yang baik. Dia selalu tertarik mendengar pendapatmu dan pemikiran-pemikiranmu yang menurutnya unik. Bahkan, dia akan tetap mendengarkanmu bicara tentang hal-hal kecil yang sifatnya sepele sekalipun.

4. Menanggapi Kebiasaan Burukmu

Seorang pacar mungkin akan membiarkanmu melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk. Tapi, diam-diam dia mengingatnya dan menjadikan hal itu sebagai senjata untuk memojokkanmu jika suatu hari nanti kalian bertengkar. Namun, seorang pria yang siap menikahimu akan berusaha menasihatimu dengan sabar. Dia pun akan tetap menjaga tutur katanya supaya nggak menyakiti hatimu.

5. Kalau Lagi Berantem

Cowok yang belum dewasa bisa kalap pas lagi berantem. Dia bisa pakai kata-kata kasar atau bahkan kekerasan fisik. Tapi, seorang pria sejati mampu mengendalikan emosinya sendiri. Semarah apapun dia, sekuat tenaga dia akan berusaha tenang dan menjaga wibawanya sendiri. Dia nggak akan bersikap kasar atau memanggilmu dengan sebutan yang sembarangan, seperti ‘perempuan nggak tau diri’ atau ‘perempuan gila’.

6. Soal Penampilan

Peduli banget sama baju dan potongan rambutnya, cowok akan terus-terusan memperhatikan penampilannya sendiri. Dengan sengaja, dia membuatmu risih dan akhirnya kamu pun memperhatikan penampilanmu. Sadar atau nggak, kamu pun terus memperbaiki diri mengikuti standar pacarmu.

Padahal, pria bisa percaya setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bagi mereka, tampilan fisik bukan lagi alasan utama untuk mencintai seseorang. Rasa nyaman dan saling cocok jauh lebih penting daripada sekedar cantik, modis, atau seksi. Dia pun nggak mau menyakiti perasaanmu sebagai orang yang dicintainya dengan mengatakan kekurangan-kekurangan yang kamu miliki.

7. Ketika Melakukan Kesalahan

Sekedar pacar mungkin bisa dengan mudah bilang ‘maaf’. Tapi, bisa jadi itu cuma supaya kamu nggak marah atau nggak ngambek ke dia lagi. Bahkan, kalimat “aku cinta kamu” juga bisa dia ucapkan setiap hari demi membuatmu tetap bersamanya. Padahal, entah dia beneran paham makna dari kalimat itu atau nggak.

Nah, kalau pria yang bakal menikahimu juga bilang ‘maaf; ketika dia bikin salah. Tapi, hal itu dia lakukan karena dia sadar bahwa kesalahannya udah menyakitimu. Dia juga bisa bilang “aku cinta kamu” setiap hari. Dia pengen kamu bisa merasakan cintanya buat kamu setiap hari.

8. Manja Atau Mandiri?

Kebanyakan cowok itu manja. Bener nggak sih? Dia pengen punya pacar yang bisa berperan seperti ibunya sehinga dia merasa nggak perlu mengerjakan keperluan pribadinya sendiri. Sementara, pria tau gimana harus bersikap dan mengurus diri. Dia bisa masak, cuci baju, membersihkan kamar, dan lain-lain. Dia melakukan semuanya atas dasar rasa tangung jawab pada dirinya sendiri. Dia berusaha mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan seorang pria dewasa.

9. Pas Lagi Sama Temen-Temen

Yang cuma sekedar pacar seringkali males kalau diajak ketemu teman-temanmu. Sebaliknya, dia juga males kalau kamu maksa buat ikutan acaranya dia atau ketemu teman-temannya. Bagi dia, nggak perlu ada orang lain ketika kalian lagi sama-sama. Ketika itu, dia cuma butuh kamu untuk menemaninya.

Beda banget! pria yang siap menikahimu justru merasa perlu mengenal teman-temanmu. Mendengar cerita tentang mereka membuatnya berniat bertemu secara langsung dan memperkenalkan dirinya sebagai pacar sekaligus calon suamimu. Dia pun akan dengan senang hati mengajakmu bertemu teman-temannya, bahkan tanpa perlu kamu minta.

10. Ketika Waktunya Ketemu Orang Tua

Kamu dan pacarmu mungkin sama-sama selalu merasa nggak siap buat ketemu orang tua. Bukan cuma dia yang nggak siap. Kamu pun sadar bahwa pacarmu sepertinya belum pantas untuk dibawa ke rumah yang sering kali momen ini identik dengan hubungan yang lebih serius.

Padahal, seorang pria yang emang niat menikahimu justru akan menawarkan diri buat bertemu orang tuamu. Sekalipun kamu ragu, dia akan berusaha meyakinkanmu bahwa dirinya sudah pantas dan siap membuat orang tuamu terkesan.

11. Apa Yang Terjadi Saat Masalah Datang?

Jangan heran kalau pacarmu memilih pergi ketika hubungan kalian menemui masalah. Dia mungkin cuma nggak mau ribet dan terlibat makin jauh dalam masalah itu. Ingat, tujuan awalnya adalah untuk bersenang-senang. Jadi, nggak heran kalau dia dengan mudahnya angkat tangan dan pergi.

Lain halnya dengan seorang pria dewasa. Dia bisa bertahan karena sebuah komitmen. Baginya, menyelesaikan masalah berarti berjuang demi hubungan kalian dan itu suatu keharusan. Dia ingin bisa bersamamu sampai akhirnya kalian menikah.

12. Jadi, Siapa Yang Bayar Bill-Nya?

Cowok mungkin nggak akan berinisiatif buat bayar bill lebih dulu. Bahkan, dia mulai panik kalau kamu memintanya buat bayar semua pengeluaran saat kencan. Untuk urusan yang satu ini, cowok cenderung lebih perhitungan. Kira-kira, seberapa besar keuntungan kencan sama kamu sampai dia harus keluar banyak uang.

Sementara, seorang pria nggak perlu disuruh atau diminta untuk urusan yang satu ini. Dia merasa bahwa membayar semua pengeluaran adalah salah satu kewajibannya ketika mengajakmu kencan. Bahkan ketika kamu ngotot buat gantian bayarin dia sekalipun, dia tetap akan memilih menolak.

13. Kalau Pas Lagi Nggak Barengan

Seorang pacar nggak bisa memberimu rasa aman itu wajar. Banyak kasus semacam itu terjadi. Dari situ akhirnya kamu merasa selalu curiga ketika dia nggak lagi sama kamu. Pertanyaan ‘lagi dimana dan ngapain’ bisa setiap saat mengganggu pikiranmu. Kamu takut dan khawatir dia selingkuh atau mengkhianatimu.

Sedangkan, seorang pria yang siap jadi calon suamimu akan bisa memberikanmu rasa aman. Kamu nggak perlu khawatir ketika dia nggak berada di dekatmu. Kamu yakin dia bisa konsisten dengan komitmennya. Bahwa kalian saling mencintai dan percaya satu sama lain adalah yang membuatmu berpikir ‘semua baik-baik saja’.

14. Ketika Bicara Soal Pernikahan

Sekedar pacar mungkin nggak suka atau bahkan marah ketika kamu bicara soal rencana menikah dan punya anak. Sementara, seorang pria dewasa akan memikirkan hal itu jauh sebelum kamu memikirkannya. Pertemuannya denganmu tanpa sadar mengubah isi kepalanya. Dulu, dia mungkin masih malas memikiran soal pernikahan, tapi perlahan kamu membuatnya melunak.

15. Menikah Bukan Perkara Cinta Atau Cocok Aja

Cakep, menyenangkan, dan nggak pernah bikin kamu bosen. Yup, pacarmu bisa jadi sosok yang kamu impi-impikan buat jadi suamimu kelak. Tapi, menikah nggak akan sesederhana itu. Kamu nggak pernah tau siapa yang akan jadi suamimu sampai hari pernikahan itu benar-benar tiba.

Menikah berarti menjalankan sebuah komitmen seumur hidup. Kamu dan pasanganmu harus terus berjuang setiap harinya agar biduk pernikahan itu tetap utuh selamanya. Lepas dari kriteria soal suami atau istri idaman, kalian hanya fokus untuk tetap bertahan dan bersama-sama mengarungi lika-luki kehidupan pernikahan.



Renungan Buat Suami

Renungan Buat Suami

Wahai suamiku , telah kamu jadikan apa diriku ?!
Kamu biarkan aku shalat tidak tepat waktu,
bahkan terkadang tidak shalat , apalagi sampai
shalat tahajjud
Kamu biarkan aku jarang membaca Al Quran ,
bahkan terkadang ku tinggalkan Al Quran ,
apalagi sampai mengkhatamkannya
Kamu biarkan aku terlalu sibuk dengan televisi ,
menonton dan mendengarkan hal - hal yang
cenderung dosa dan kurang bermanfaat .
Kamu biarkan aku keluar dengan membuka aurat
bahkan terkadang terlalu menggoda lelaki yang
bukan mahramku
Bukankah aku menikahimu dengan niat ; agar aku
lebih baik daripada sebelumnya , agar aku dididik
oleh suamiku , karena Allah Ta ’ ala berfirman:

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ
ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻧَﺎﺭًﺍ {
‏[ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ : 6 ]

Artinya: “ Hai orang- orang yang beriman ,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka… . ”
QS. At Tahrim: 6

Wahai suamiku , telah kamu jadikan apa diriku ?!
Kamu telah memasukkan ke dalam rumahmu
barang- barang yang dengannya menggiringku ke
dalam maksiat dan dosa .
Kamu telah membelikanku sesuatu yang
dengannya aku sangat jauh dari ketaatan
kepada Allah Ta ’ ala .
Wahai suamiku , tidakkah kamu takut masuk ke
dalam hadits ini :

ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﺒْﺪٍ ﻳَﺴْﺘَﺮْﻋِﻴﻪِ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺭَﻋِﻴَّﺔً ﻳَﻤُﻮﺕُ ﻳَﻮْﻡَ ﻳَﻤُﻮﺕُ
ﻭَﻫُﻮَ ﻏَﺎﺵٌّ ﻟِﺮَﻋِﻴَّﺘِﻪِ ﺇِﻻَّ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ

Artinya: “ Tidak ada seorang hamba yang Allah
pimpinkan kepadanya orang - orang, ia meninggal
dalam keadaan ia menipu orang - orang yang
dipimpinnya , kecuali Allah Ta ’ ala telah
mengharamkan atasnya surga. ”
HR. Muslim

Wahai suamiku , telah kamu jadikan apa diriku ?!
Dari suami untuk sesama suami


KALIMAT ISTIMEWA BAGI SETIAP WANITA

"KALIMAT ISTIMEWA BAGI SETIAP WANITA"

Berikut ini adalah 'kalimat' yang paling 'istimewa'
Kalimat singkat tapi penuh makna.
Kalimat singkat tapi penuh barokah.
Kalimat singkat yang paling ditunggu wanita.

Mengubah kegelisahan menjadi ketenangan.
Mengubah penantian menjadi kenyataan.
Mengubah maksiat menjadi bernilai ibadah.
Mengubah dosa menjadi pahala.
Mengubah yang dilarang menjadi diperbolehkan.
Mengubah yang jahat menjadi rahmat.

Kalimat apakah itu?

"QABILTU NIKAHAHA WATAZWIJAHA BILMAHRIL MADZKURI"
(Aku terima nikahnya dan memperisterinya dengan mas kawin tersebut)

Itulah kalimat yang paling ditunggu wanita.
Bukan kalimat 'AKU CINTA KAMU'
Bukan kalimat 'AKU SAYANG KAMU'
Bukan pula kalimat 'AKU RINDU KAMU'

DIA HANYA LELAKI AKHIR ZAMAN

Dia mungkin tak Rupawan,
Tapi bersamamu ia kan jadi yang Tertampan.

Dia mungkin bukan Jutawan,
Tapi berjuang denganmu membuatnya jadi Dermawan.

Dia mungkin Sederhana,
Namun dengan Dukungan darimu,
Ia kan tampil jadi Pemimpin Istimewa.

DIa bukanlah Lelaki Terbaik yang ada dalam Imajinasimu.
Bukan jua Pangeran berkuda putih yang ada dalam Bayanganmu.

Ia hanya Lelaki Biasa yang ingin jadi Luar Biasa.
Lelaki Akhir zaman yang ingin menjaga Iman dan Kehormatan

Maka terimalah ia dengan Keyakinan,
Atau tolaklah ia dengan Bijak dan Penuh Perhitungan.

Karena jika ada Lelaki Soleh yang ditolak lamarannya tanpa sebab yang Syar'i timbullah FITNAH.

Dan, belum tentu ada lelaki yang berani Melamarmu.
Lelaki yang berani Melamarmu.
Setidaknya ia punya 2 Sifat Baik: ..
Menikahimu bukan Memacarimu.
Yang kedua, Siap berTanggung Jawab atas Hidup dan Kehidupanmu...

Ya Rabb,,,

Bantulah kami untuk mempertahankan TAQWA...
Untuk menjaga hati kami cukup berlabuh pada seseorang yang sangat mencintai_Mu..Aamiin..

   

Cintailah orang yang menikahimu atau Menikahlah dengan orang yang kamu cintai

"Cintailah orang yang menikahimu atau Menikahlah dengan orang yang kamu cintai."

Apakah kita harus mencintai seseorang terus menikah atau menikah dulu baru perasaan cinta itu baru tumbuh?

Aku sering bingung kalau dapat pertanyaan ini :
"Cintailah orang yang menikahimu atau Menikahilah dengan orang yang kamu cintai "

Harus pilih jawaban yang mana?

Haruskah aku jawab lagi dengan argument ini, "itu tergantung keadaan", kalau kita beruntung berarti kita akan menikah dengan orang yang kita cintai tetapi jika keadaannya tidak sesuai seperti kita dijodohkan oleh orang tua, maka pilihlah "Cintailah orang yang menikahimu", itu lebih baik bagi kita.

"Menikah dengan orang yang bisa membuatmu tertawa/tersenyum karena dia yang akan menemani hari-harimu, hidup, makan, minum dan tidur denganya. Dia yang akan menentukan jalan hidupmu, apakah akan berjalan dengan biasa-biasa saja, bahagia atau malah menderita." Berarti kalau begitu, opsi yang lebih baik adalah menikahlah dengan orang yang kamu cintai. Biar happily ever after : p

Lalu, cinta dan pernikahan?

Ada yang menikah karena orang tua dan tidak dilandaskan cinta tapi rumah tangga mereka baik-baik saja. Apakah bener cinta itu bisa tumbuh seiring dengan waktu atau karena memang dipaksakan ?

Ada yang menikah karena memang keduanya saling mencintai tetapi di tengah perjalanan, pernikahan mereka kandas? Apakah cinta itu bisa sedemikian cepat luntur dan bisa dilupakan begitu saja?

Menikah lah karena Allah, menikah karena agamanya, karena itu akan membawa kebahagian. Menikahlah dengan orang yang tepat dan di waktu yang tepat.

Wanita yang Tepat

Wanita yang Tepat

Laninalathifa:

Jika kamu mencari sosok yang cantik, maka bukan aku orang yang tepat.
Jika kamu mencari sosok yang kaya raya, maka memilihku adalah salah alamat.
Bahkan, jika kamu mencari sosok wanita yang taat, maka memilihku juga bukan jawaban yang akurat.

Asal kamu tahu, aku memang tidak cantik di mata orang, karena jika kamu tulus mencintaiku, maka aku akan tetap cantik di matamu.
Aku memang bukan gadis kaya raya yang hidup bergelimang harta, karena jika kamu tulus meminangku, kamu percaya pada janjiNya yang akan memberkahi rezeki pasangan yang menikah karenaNya. Dan aku juga bukan gadis shalihah dengan ketaatan yang sempurna, karena jika kamu tulus menikahiku, maka men-shalihah-kan diriku menjadi tujuanmu, dan kita bisa menikmati waktu dengan menjadi shalih bersama.

Jika mencintai seseorang harus dengan banyak syarat, maka aku telah gagal semenjak awal.

Mencintai seseorang hanya butuh dukungan Tuhan, karena menggenapkan separuh agama bukan perkara sembarangan. Mencintai adalah hasil pekerjaan hati, maka memohonlah pada yang Maha Membolak-balikkan Hati agar kamu punya alasan yang tepat memilihku, karena aku tak ingin kamu kecewa karena telah memilihku.

Terimakasih untuk telah memilihku, meskipun aku tidak tahu, benarkah tulang rusuk ini milikmu? Hanya Tuhan yang tahu.
Dan kita akan tahu itu nanti, pada masanya, pada saat seluruh manusia dikumpulkan bersama.
Mereka tidak bertegur sapa, seperti tidak pernah mengenal sebelumnya, padahal mereka keluarga.
Namun, ada diantara mereka yang kembali bersama, yaitu orang-orang yang mencintai karenaNya.

Untuk itulah, mencintaiku hanya butuh dukungan Tuhan. Aku bukan wanita yang punya banyak alasan untuk dicintai.
Jadi, maaf karena aku hanya memiliki ini, hati.

Surat ini untukmu, someday :)

Khawatir Tak Ada yang Mau Menikahiku

Khawatir Tak Ada yang Mau Menikahiku

Ustadz, usiaku kini sudah kepala tiga. Tapi, tak juga datang ikhwan melamarku. Aku takut, jika sampai usia lanjut, aku hanya hidup sendiri. Sementara para ikhwan, meskipun mereka baru menikah saat usianya kepala tiga atau kepala empat, mereka memilih akhwat yang muda-muda dibanding kami.

Apakah kami hanya bisa menunggu? Hingga ada ikhwan yang datang, atau ada solusi lain?

Jawaban:
Hidup ini sejatinya adalah ujian. Bahkan dalam Surat Al Mulk ayat kedua disebutkan bahwa kematian dan kehidupan adalah ujian. Ujian untuk membuktikan siapa yang paling baik amalnya.

Barangkali, salah satu ujian yang dialami oleh sebagian akhwat, sebagian muslimah, adalah lambatnya pernikahan datang. Seperti yang Anda tuturkan; usia bertambah, belum juga datang ikhwan meminang. Yang perlu Anda ketahui, ini bukan persoalan Anda pribadi. Banyak akhwat di berbagai daerah yang menghadapi ujian serupa.

Takut usia lanjut dalam kesendirian?
Jika keinginan menikah sebatas memiliki teman saat usia kita telah lanjut, motivasi itu tidak sepenuhnya tepat. Mengapa? Sebab tak ada yang menjamin bahwa seseorang yang telah menikah di masa mudanya tidak akan sendiri masa tuanya.

Ada banyak bukti suami yang kehilangan istrinya sebelum tua. Pun, banyak istri yang kehilangan suaminya sebelum lanjut usia. Ada yang bercerai, ada pula yang terpaksa berpisah karena maut menjemput.

Sebaliknya, orang yang belum sempat menikah di sepanjang hidupnya, belum tentu ia sendirian di kala tua. Lihatlah para ulama seperti Abu Ja’far Ath Thabari, Abu Bakar Al Baghdadi, dan Ibnu Taimiyah. Mereka tak pernah kesepian sepanjang hidupnya. Murid-muridnya setia menemani dan melayani keperluan mereka.

Ikhwan memilih gadis muda?
Mungkin sebagian ikhwan memang memilih akhwat yang usianya muda, seperti yang Anda katakan. Tetapi, tidak semua ikhwan begitu. Ini yang perlu dicatat; jangan menggeneralisir. Tidak sedikit ikhwan yang bersedia menikah dengan akhwat yang seusia atau lebih tua. Bahkan ada pula ikhwan bujanghidin yang menikah dengan janda. Redaktur eksekutif BedaMedia Grup adalah salah satu contohnya. Aktifis dakwah ini menikah di usia 27 tahun, menikahi seorang janda berusia 47 tahun, yang telah memiliki 7 putra dan putri. Subhanallah, Allaahu akbar!

Hanya menunggu?
Tidak! Anda tidak boleh hanya sekedar menunggu. Anda peru berikhtiar dengan dua hal wajib dan satu hal yang mubah.

Dua hal wajib itu adalah mempersiapkan diri dan berdoa. Persiapkan diri sebaik mungkin dengan meningkatkan kualitas tarbiyah; aktif tarbiyah nukhbawiyah dan intens melakukan tarbiyah dzatiyah. Sehingga, Anda terus tumbuh sebagai muslimah yang shalihah. Jika nanti saatnya tiba dan jodoh dikirim Allah Subhanahu wa Ta’ala, Anda telah siap. Dan yakinlah, jika Anda baik maka jodoh Anda adalah orang yang baik pula.

Kalaupun tak ada yang datang melamar Anda, Anda sudah sukses memanfaatkan waktu daripada sekedar menunggu. Dengan terus meningkatkan kapasitas Anda, Anda bisa lebih bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, agama dan negara.

Yang juga harus dilakukan sejak dini adalah berdoa. Anda berdoa agar dimudahkan jodoh, dan didatangkan imam bagi keluarga. Betapa banyak persoalan pelik yang bisa terurai dan teratasi setelah sungguh-sungguh berdoa. Ini semua atas karunia dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sedangkan hal mubah yang boleh Anda lakukan adalah meminta ikhwan yang shalih untuk menikahi Anda. Mungkin kita tabu, sebab selama ini hanya dikenal ikhwan melamar akhwat. Akhwat tinggal memutuskan menerima atau menolak. Namun, akhwat shahabiyah memberi contoh berbeda. Ia datang menghadap Rasulullah dan menawarkan diri menjadi istri beliau.

Tentu, “meminta ikhwan” ini tidak harus Anda lakukan secara langsung seorang diri. Anda bisa minta bantuan orangtua/wali, ustazah dan murabbiyah.

Wallahu a’lam bish shawab.

Aku Akan Menikah Setelah Engkau Menikah Ukhti

Aku Akan Menikah Setelah Engkau Menikah Ukhti

Kisah Nyata (Sebuah Janji Laki-Laki Shaleh)

Bagaimana Kabar Iman-Mu hari Ini..??
Semoga Dirimu baik-baik saja disana, disini aku selalu menanyakan hal itu, walaupun aku berbicara dengan kenangan kita. dalam rindu Aku selalu bertanya. saat ini hatiku sangat merana.

Saat ini diriku sangat kesepian tanpa mu Ukhti, Semalam Aku bermimpi mengenai akhir kisah kita, air mataku tak terkira jatuh berderai. pernah dirimu mengingat tentang perkataanku kepadamu Ukhti, Aku telah berjanji terhadap dirimu bahwa jika memang Allah tidak mempertemukan kita di jalur pernikahan, Insyaallah Aku akan menikah setelah dirimu di ijab kabulkan oleh orang lain Ukhti…

”Selamat ya akhi (……), Ukhti (….), semoga bahagia,” ucapku dengan kekuatanku saat mengucapkan kalimat itu.  Rasanya tak kuat aku ingin menangis. Bayangkan seorang Ukhti yang selama ini diam-diam aku sukai, menikah dengan orang yang lebih mendalam pengajiannya dari diriku. Sakit rasanya.

”Aku turut bahagia, ya Ukhti,” berat sekali rasanya bibirku mengatakan kata itu. Sesak rasanya aku mengatakan hal yang sebenarnya tidak sesuai dengan hatiku sendiri. seperti itulah peristiwa mimpi yang menimpaku semalam.

setelah menyalami dirimu Ukhti dan Suamimu di pernikahanmu, Suami mu menyuruh diriku untuk mencicipi hidangan saat itu, sakitnya hati ini Ukhti melihat dirimu begitu romantisya berada di pelaminan itu.

”Ya Allah lengkap sudah. Kenapa harus di hadapanku. Sakit sekali,” batinku. Mungkin karena sudah tidak tahan lagi, aku menangis. Di pestamu pernikahan mu Ukhti .

Seseorang menanyakan sesuatu kepadaku Kenapa menangis ya Akhi?” dirimu sempat kaget melihat aku seperti itu. Suami mu pun memperhatikanku juga. Aku tahu dia juga merasakan apa yang aku rasakan.

”Nggak aku nggak apa-apa. Aku menangis karena aku sangat bahagia melihat sahabat-sahabatku sudah menikah. Dengan orang yang subhanallah, cocok buat dia,” aku menyesal mengatakan hal ini. Aku nggak mau. Sakit jawabku dalam hati lirih ini.

”Maaf Ukhti dan kepada suami mu, sepertinya aku harus pergi, aku mau jemput sahabatku yang sedang menunggu, tanpa basa-basi aku pergi. Aku tidak kuat melihat mereka duduk berduaan, becanda di hadapanku. Rasanya aku ingin sekali teriak. Di jalan aku menangis. Aku tak peduli apa kata orang yang melihat Aku seperti itu.

Tiba-tiba sahabatku menelpon ku, Aku masih menangis, sahabatku berkata kamu dimana, sudah lama aku menunggu, maaf aku lagi dalam perjalanan mendengar suaraku yang terisak-isak, kamu kenapa, menangis ya. Kamu dari mana tanya sahabatku, aku mengatakan aku dari pesta perkawinan dirimu Ukhti, sahabatku langsung mencariku dan akhirnya kami bertemu.

Aku berkata terhadap sahabatku, Kenapa aku harus mengalami ini ? Kalau akhirnya dia menikah dengan orang lain, kenapa dulu seolah-olah dia memberikan aku harapan. Kenapa aku mesti dipertemukan dengan dia” aku semakin menangis.

Sahabatku berkata kamu nggak boleh bicara seperti itu. Itu ujian dari Allah buat kamu . Walaupun sakit. Tapi kamu juga harus bersyukur, karena kamu diberi kesempatan untuk bisa merasakan cinta dan suka pada perempuan.

Bukankah selama ini kamu belum pernah merasakannya? Iya kan?  ingat  waktu MAN dulu kamu pernah bilang kan sama aku, kalau kita tidak boleh mencintai manusia melebihi kita mencintai Allah. Ingat kan? Kenapa kamu kayak gini,” sahabatku benar, aku mengiyakan dalam hati. Tenang sekali ketika Sahabatku berbicara seperti itu.
”Astaghfirullahal ’adzim, Ya Allah ampuni aku,” aku pun berhenti menangis. Meski luka itu masih jelas terasa.

”Ayo kita pulang,” sahabatku mengajakku untuk pulang.

Luka itu masih menempel lekat di hatiku. Ukhti,  Aku lupa dari mana awalnya aku kenal denganmu. Tapi yang pasti dirimu adalah wanita yang sholehah, pintar, luas ilmu agamanya, murah tersenyum dan ada hal-hal yang unik yang tidak dimiliki wanita lain. Banyak IKhwan yang menyukaimu. Termasuk aku.

Ukhti sebenarnya sudah bilang akan berta’aruf denganku. Tapi karena aku harus mencari uang untuk biaya studiku dan pekerjaanku yang tak menentu penghasilannya. sebenarnya AKu ingin menikahinya tapi ia masih belum mau menikah karena ia masih terlalu dini untuk menikah. mungkin emang ini kenyataanku dalam mencintaimu Ukhti.
Terakhir Aku mau menyampaikan tentang mimpiku semalam, bahwa jika aku mengalami hal ini aku akan sangat sedih sekali, namun aku bersyukur di berikan Amanah mimpi seperti ini karena aku bisa lebih tawakkal kepada Allah SWT.  Entahlah, mungkin sebuah kalimat bahwa aku tidak tahu dan sekarang aku tidak mau tahu.

Aku telah berjanji pada diriku sendiri, Aku tidak akan menikah sebelum dirimu menikah Ukhti, walaupun jodoh itu Rahasia Allah. Saat ini aku hanya bisa memperbaiki dan belajar lebih baik lagi. Jika ada lelaki Shaleh yang akan menikahimu dan lebih matang penghasilannya dari diriku, terima lah. Insyaallah aku ikhlas dan akan mendo’akan kebahagiaanmu.

Mimpi semalam yang aku alami ini telah memberikan aku inspirasi akan hakikat mencintai. Maafkan jika sampai saat ini dan sampai akhir dirimu akan di khitbah orang lain aku tidak akan melupakanmu. Semoga dirimu menemukan lelaki yang shaleh, pintar dan berkpribadian mulia. Amin.

Maafkan Aku….. (Please Forgive Me)…………
~TAKDIR CINTA YANG MENUNTUNMU KEMBALI KEPADAKU~



Mengapa Aku Harus Menikahimu?

Mengapa Aku Harus Menikahimu?

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu.

Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.

Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.

Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.

Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan "dia bukanlah orangnya!"

Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.

Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.

Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…

Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?

Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 pertanyaan, lemparkanlah.

Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:

Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?

Gadis: Ini adalah pertanyaan mudah, ibuku. (katanya sambil tersenyum)

Pertanyaan ke-2

Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur'an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?

Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya Allah, aku hanya sedikit sibuk.

Pertanyaan ke-3

Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?

Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina kecantikan dan kepintaranku. 

Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan mengatakan "mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan. Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!".

Pemuda itu mengatakan, Pertama aku bertanya kepadanya, siapa yang paling kamu cintai? dia menjawab, ibunya. (Orangtuanya mengatakan, "apa yang salah dengan itu?") pemuda itu menjawab, "Tidaklah dikatakan Muslim, hingga dia mencintai Allah dan RasulNya (shalallahu'alaihi wa sallam) melebihi siapapun di dunia ini". Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi (shalallahu'alaihi wa sallam) lebih dari siapapun, dia akan mencintaiku dan menghormatiku, dan tetap setia padaku, karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar daripada nafsu untuk kecantikan.

Pemuda itu berkata, kemudian aku bertanya, kamu banyak membaca Al-Qur'an, dapatkan kamu memberitahuku arti dari salah satu surat? dan dia mengatakan tidak, karena belum memiliki waktu. Maka aku pikir semua manusia itu mati, kecuali mereka yang memiliki ilmu. Dia telah hidup selama 20 tahun dan tidak menemukan waktu untuk mencari ilmu, mengapa Aku harus menikahi seorang wanita yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajibannya, dan apa yang akan dia ajarkan kepada anak-anakku, kecuali bagaimana untuk menjadi lalai, karena wanita adalah madrasah (sekolah) dan guru terbaik. Dan seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk Allah, tidak akan memiliki waktu untuk suaminya.

Pertanyaan ketiga yang aku tanyakan kepadanya, bahwa banyak gadis yang lebih cantik darinya, yang telah melamarku untuk menikah, mengapa Aku harus memilihmu? itulah mengapa dia mengadu, marah. (Orangtua si pemuda mengatakan bahwa itu adalah hal yang menyebalkan untuk dikatakan, mengapa kamu melakukan hal semacam itu, kita harus kembali meminta maaf). Si pemuda mengatakan bahwa Nabi (shalallahu'alaihi wa sallam) mengatakan "jangan marah, jangan marah, jangan marah", ketika ditanya bagaimana untuk menjadi shalih, karena kemarahan adalah datangnya dari setan. Jika seorang wanita tidak dapat mengontrol kemarahannya dengan orang asing yang baru saja ia temui, apakah kalian pikir dia akan dapat mengontrol amarah terhadap suaminya??

Pelajaran akhlak dari kisah tersebut adalah, pernikahan berdasarkan:

Ilmu, bukan hanya penampilan (kecantikan)
Amal, bukan hanya berceramah atau bukan hanya membaca
Mudah memaafkan, tidak mudah marah
Ketaatan/ketundukan/keshalihan, bukan sekedar nafsu
Dan memilih pasangan yang seharusnya:

Mencitai Allah lebih dari segalanya
Mencintai Rasulullah (shalallahu ‘alai wa sallam) melebihi manusia manapun
Memiliki ilmu Islam, dan beramal/berbuat sesuai itu.
Dapat mengontrol kemarahan
Dan mudah diajak bermusyawarah, dan semua hal yang sesuai dengan ketentuan Syari'at Islam.
Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

"Wanita dinikahi karena empat hal, [pertama] karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang agamanya baik, jika tidak maka kamu akan tersungkur fakir". (HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466).

Jumat, 12 Desember 2014

4 Nasehat Nabi untuk Para Suami

4 Nasehat Nabi untuk Para Suami

Empat nasehat ini dikutip Syaikh Fuad Shalih dalam bukunya Liman Yuriidu Az Ziwaaj wa Tazawuj. Sebagai ulama dan penulis buku pernikahan, beliau merasa perlu mencantumkan hadits ini agar para suami berbenah diri; tidak hanya menuntut istri mempersembahkan yang terbaik bagi dirinya, tetapi juga ia mempersembahkan yang terbaik untuk istrinya.

Empat nasehat ini secara khusus mengajarkan suami untuk berpenampilan menarik di rumah. Syaikh Fuad Shalih mengatakan:

Hal ini diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Cucilah bajumu, rapikan rambutmu, gosoklah gigimu, dan berhiaslah untuk istrimu.”

Cucilah Bajumu

Nasehat pertama ini memiliki dua dimensi. Dimensi pertama ada pada proses. Dimensi kedua terletak pada hasilnya.

Sebagai sebuah proses, “cucilah bajumu” berarti berbagi dengan istri dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan domestik, khususnya bagi keluarga yang tidak memiliki khadimat. Mencuci baju tidak dibebankan kepada istri saja, melainkan suami juga melakukannya. Baik mencuci dengan tangan maupun dengan mesin cuci. Konsep berbagi peran inilah yang diteladankan oleh Rasulullah. Kendati beliau adalah Nabi, pemimpin negara, qiyadah dakwah dan panglima perang, beliau menyempatkan diri untuk membantu istri-istrinya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga.

Ditinjau dari dimensi hasil, “cucilah bajumu” membuat suami tampil dengan pakaian rapi di depan istrinya. Tidak kusut. Tidak menyebalkan.

Mungkin sebagian suami tidak merasa perlu tampil rapi di hadapan suaminya, terlebih ketika malam tiba. Namun, jika ia menuntut istrinya tampil prima di depannya, mengapa ia tidak menuntut dirinya melakukan hal yang sama? Bukankah Islam menjunjung keadilan? Kita para suami kadang belum juga mengerti bahwa wanita itu tidak selalu mencurahkan perasaannya kepada suami. Ia kadang menyimpannya di hati dan berusaha menyabarkan diri. Saat kita para suami dengan mudah mengatakan “Pakaialah baju yang indah”, para istri hanya menahan sabar melihat kita menghampirinya dengan baju berbau. Mari kita berusaha berubah. Menjadi suami yang lebih rapi di depan istri.

Rapikan rambutmu

Ketika berangkat kerja, ketika pergi ke kantor, ketika hendak syuro, ketika mau mengisi pengajian, kita para lelaki yang katanya tidak suka dandan, minimal merapikan rambut. Lalu saat hanya berdua dengan istri, mengapa kita tidak melakukan hal serupa? Bukankah jika begitu kita lebih mengutamakan orang lain daripada istri kita sendiri? Padahal rekan-rekan kerjanya tidak memasakkannya. Teman-temannya juga tak bisa merawatnya ketika ia sakit. Yang setia menemani, yang setia merawat adalah istri. Dan tidak ada orang lain yang bisa menghangatkannya di kala kedinginan kecuali istrinya sendiri. Lalu mengapa kita sebagai suami justru tak bisa tampil rapi saat bersamanya?

Gosoklah gigimu

Bau mulut adalah satu hal yang mengganggu komunikasi dan menjadi pembatas kedekatan. Ketika seorang suami tak suka istrinya mengeluarkan bau saat ia berbicara, demikian pula istri sebenarnya tak suka jika suaminya menghampirinya dengan bau yang tak sedap.

Adalah junjungan kita yang mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, setiap akan masuk rumah, beliau bersiwak terlebih dahulu. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Bunda Aisyah menjadi saksi kebiasaan Rasulullah ini. Ketika ditanya, “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab: ”Bersiwak”.

Maka sungguh nasehat ini harus dikerjakan oleh para suami. Hendaklah ia rajin bersiwak atau menggosok giginya. Jika berduaan dengan istri, pastikan sudah gosok gigi. Pastikan tak ada bau yang mengganggu. Hingga curhat pun menjadi mengasyikkan. Hingga berduaan pun jadi penuh kemesraan.

Dan lebih dari itu, menggosok gigi atau bersiwak mendatangkan dua kebaikan. Kebersihan dan kesehatan mulut, serta mendatangkan keridhaan Tuhan. “Bersiwak itu membersihkan mulut dan membuat Tuhan ridha” (HR. Al Baihaqi dan An Nasa’i)

Berhiaslah untuk istrimu

Para sahabat Nabi adalah suami-suami yang terdepan dalam mengamalkan nasehat ini. Ibnu Abbas mengatakan, “Aku suka berhias untuk istriku sebagaimana aku suka istriku berhias untukku”

Mengapa demikian, karena Ibnu Abbas yakin, “Sesungguhnya berhiasnya suami di hadapan istrinya akan membantu istri menundukkan pandangannya dari melihat laki-laki selain suaminya. Berhiasnya suami di hadapan istrinya juga makin mendekatkan hati keduanya.”

Jika para sahabat yang sibuk berdakwah dan berjihad tidak lalai berhias untuk istrinya, bagaimana dengan kita? Semoga bisa meneladani mereka. [Muchlisin BK/Keluargacinta.com] 



Senin, 01 Desember 2014

Inilah Sebabnya Mengapa Jika Terkena Liur Anjing Harus Dibasuh Dengan Tanah

INFORMASI BERMANFAAT

Inilah Sebabnya Mengapa Jika Terkena Liur Anjing
Harus Dibasuh Dengan Tanah

Ternyata hal ini sudah diberitahukan pada kita sejak 1400 tahun yang lalu. Ilmuwan membuktikan jika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah.

Air liur anjing mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus-virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah. Perhatikan kata Rosulullah berikut

Dari Abu Hurairah Rhadyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.

Dari Abu Hurairah Rhadyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali. (HR. Muslim)

Bahaya Liur Anjing

Air liur anjing dari jenis apapun berbahaya bagi manusia. Persatuan Dokter Kesehatan Anak di Munich-Jerman, mengungkapkan bahwa air liur anjing mengandung berbagai kuman penyebab penyakit. Bakteri tersebut dapat masuk dan menyerang organ dalam manusia melalui sistem terbuka.

Resiko tertular penyakit kian besar apabila terkena gigitan anjing.

Siapa yang menjadikan anjing –kecuali anjing penjaga ternak, atau anjing pemburu, atau anjing penjaga tanaman- niscaya berkuranglah satu qirath pahalanya setiap hari

Bahaya anjing tidak hanya pada liurnya saja.

Menurut peneliti dari Universitas Munich, menyatakan bahwa memelihara anjing meningkatkan resiko kanker payudara. Peluang dan resiko mengidap kanker oleh karena memelihara anjing jauh lebih besar dibanding memelihara piaraan lain seperti kucing dan kelinci.

Sebanyak 79,7 % penderita kanker payudara ternyata sering bercanda dengan anjing, diantaranya dengan memeluk, mencium, menggendong, memandika, dan semua aktivitas perawatan anjing. Hanya 4,4 % pasien yang tidak memiliki hewan peliharaan.

Mengapa Harus Dibersihkan Dengan Tanah

Tanah, menurut ilmu kedokteran modern diketahui mengandung dua materi yang dapat membunuh kuman-kuman, yakni: tetracycline dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman.

Eksperimen dan beberapa hipotesa menjelaskan bahwa tanah merupakan unsur yang efektif dalam membunuh kuman. Anda juga bakal terkejut ketika mengetahui tanah kuburan orang yang meninggal karena sakit aneh dan keras, yang anda kira terdapat banyak kuman karena penyakitnya itu, ternyata para peneliti tidak menemukan bekas apapun dari kuman penyakit tersebut di dalam kandungan tanahnya.

Menurut Muhammad Kamil Abd Al Shamad, tanah mengandung unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman. Hal ini berdasarkan bahwa molekul-molekul yang terkandung di dalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut, sehingga mempermudah dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan. Ini sebagaimana tanah juga mengandung materi-materi yang dapat mensterilkan bibit-bibit kuman tersebut.

Para dokter mengemukakan, kekuatan tanah dalam menghentikan reaksi air liur anjing dan virus-virus di dalamnya lebih besar karena perbedaan dalam daya tekan pada wilayah antara cairan (air liur anjing) dan tanah.

Dr. Al Isma’lawi Al-Muhajir mengatakan anjing dapat menularkan virus tocks characins, virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

Fakta Tentang Anjing Yang Tak Banyak Diketahui.

dr. Ian Royt menemukan 180 sel telur ulat dalam satu gram bulunya, seperempat lainnya membawa 71 sel telur yang mengandung jentik-jentik kuman yang tumbuh berkembang, tiga di antaranya dapat matang yang cukup dengan menempelkannya pada kulit. Sel-sel telur ulat ini sangat lengket dengan panjang mencapai 1 mm. Data statistik di Amerika menunjukan bahwa terdapat 10 ribu orang yang terkena virus ulat tersebut, kebanyakan adalah anak-anak.

Secara ilmiah, anjing dapat menularkan berbagai macam penyakit yang membahayakan karena ada ulat-ulat yang tumbuh berkembang biak dalam ususnya. Para dokter menguatkan bahaya ulat ini dan racun air liur yang disebabkan oleh anjing. Biasanya penyakit ini berpindah pada manusia atau hewan melalui air liur pembawa virus yang masuk pada bekas jilatannya atau pada luka yang terkena air liurnya.

Ketika ulat-ulat ini sampai pada tubuh manusia, maka ia akan bersemayam di bagian organ tubuh manusia yaitu paru-paru. Ulat yang bersemayam di paru-paru, yang bertempat di hati dan beberapa organ tubuh bagian dalam lainnya, mengakibatkan terbentuknya kantong yang penuh dengan cairan. Dari luar, kantong ini diliputi oleh dua lapisan dengan ukuran kantong sebesar bentuk kepala embrio. Penyakit tersebut berkembang dengan lambat. Ulat Echinococcosis dapat tumbuh berkembang di dalam kantong itu selama bertahun-tahun.

SUBHANALLAH….lebih dari 1400 tahun yang lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam telah menyarankan untuk tidak bersentuhan dengan anjing dan air liurnya, dan telah memerintahkan untuk membasuhnya (jika terkena) dengan tujuh kali siraman yang salah satunya menggunakan tanah.

Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki menjelaskan bahwa kajian ilmuan membuktikan bahawa, air liur anjing mengandung mikrobakteria sehingga jika objek yang terkena air liur anjing dicuci dengan sabun, maka tidak menjamin bersih dari mikrobakteria tersebut.

Untuk mematikan kuman tersebut, harus dengan cara ditaburi tanah atau debu yang dicampur dengan air. Cara ini terbukti berkesan berdasarkan kajian dan uni kaji makmal yang di masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam tidak ada.

Suatu ketika, bekas Presiden Repulik Indonesia, Soekarno, pernah mengatakan bahwa pada zaman sekarang kita tidak perlu lagi menyamak, atau membasuh tujuh kali yang diantaranya dicampur dengan debu apabila terkena najis kelas berat.

Cukup menggunakan sabun. Pendapatnya ditentang oleh para ulama Indonesia pada waktu itu. Para ulama tersebut meminta Presiden untuk melakukan eksperimen membuktikan mana yang lebih relevan; penggunaan sabun atau dengan debu. Maka dilakukanlah eksperimen dengan sampel dua benda yang telah dijilat oleh anjing. Satu di antara dicuci menggunakan sabun, dan yang satu lagi dibersihkan dengan debu.

Hasil dari pengamatan mikroskop didapati bahwa, benda yang dibasuh dengan menggunakan sabun masih terlihat kuman dari hasil jilatan anjing. Sebaliknya, benda yang dibersihkan dengan debu sangat bersih dan terbebas dari kuman.

Hipotesa :
1. Kenapa harus digosok dengan tanah???
Tanah itu alkali yang bersifat Basa, maka sifat asam yang terdapat pada ludah anjing dapat netral dengan tanah yang bersifat basa, Ph nya netral (7)

Itu sesuai rumus kimia :
Asam+Basa = Garam + Air (H2O)

Tanah yang bersifat alkali memiliki sifat Basa Kuat. Maka dapat dipahami solusi saat itu, tanah bahan yang bersifat basa mudah didapat, gratis,, simpel, efisien dan menetralkan. Yang jelas saat itu belum ada ditergen/sabun, mungkin kalo sudah ada sabun sunahnya pake sabun.
Saya ga tau kalau ada sisi lain informasi, misal mengenai bakteri pada ludah anjing. Tapi saya hanya lihat dari sisi keasamannya dan solusinya.

Saya penasaran...
lalu saya coba eksperimen pake kertas lakmus biru terus minta dijilat anjing, maka kertas lakmus biru yang kena ludah anjing berubah warnanya menjadi merah, tanda memang sifatnya asam.

2. Mengapa harus 7 kali?
ternyata skala Keasaman dan Basa (ph) adalah 7 , 0<7 Asam, 7<14 Basa

Ini kode ilmiah yang baru ditemukan 1000 tahun lebih skala ini ditemukan

Wah saya jadi paham atas definisi najis ludah anjing, sunah itu berkehendak kulit kita terpelihara, bersih dari asam yang bersifat korosif dari efek ludah anjing... Subhanallah

via Status Berkesan

Posted by Mariani Napsiah